Memberikan arahan kepada Anda yang mengarah kepada tingkatan dan keadaan kehidupan yang berimbang pada peningkatan kehidupan lahiriah & batiniah.




Tampilkan postingan dengan label IKHLAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IKHLAS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Juli 2010

KODRAT MANUSIA


Ujian dan cobaan merupakan kodrat manusia sebagai makhluk yang berproses menuju puncak perbaikan diri. Oleh karenanya ujian dan cobaan menjadi suatu keharusan buat manusia, terutama bagi orang yang terlalu lemah dalam menguasai jiwa dan pikirannya sendiri sehingga ia suka menempatkan dirinya di atas segalanya.

ujian dan cobaan selalu muncul dari persoalan yang dapat dirasionalkan. jika di dunia ini tidak ada mekanisme ujian dan cobaan, maka hidup akan selalu terlihat monoton, dan seluruh manusia menjadi sederajat; tidak akan ada rasa cinta dan kasih; semua kelabu dan tidak tercerahkan.

Dapat dibayangkan oleh kita, bagaimana seandainya tidak ada mekanisme ujian dan cobaan dalam hidup ini, betapa semua manusia akan terleha-leha dengan kehidupannya, dikarenakan setiap keinginannya akan selalu terkabul tanpa ada usaha serta beserta batu karang yang di hadapan ikhtiarnya tersebut. konsekuensi dari hal ini dapat menjadikan manusia yang sombong.

Kesuksesan manusia dipersentasikan dengan bala cobaan agar manusia tidak mengaku-aku dan juga tidak sombong. Mungkin diri kita tidaklah dapat dipanggil manusia jika tidak bisa menghadapi segala apa yang menghadang jalan hidup kita. Termasuk keluasan jiwa seseorang, jika kita dapat bersabar dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan yang menghadang, dan menjadikan hal tersebut sebagai jalan hidup yang pantas untuk dijalani.

Kehidupan dunia tentang segala kebaikan dan keburukan pada hakikatnya merupakan ujian dan cobaan semata-mata bagi manusia. manusia diberi keleluasaan dan jalan untuk memilih keduanya. Kadangkala manusia merasa sangat bahagia dengan kesuksessan yang telah ia renggut. Demikian juga dengan kesuksesan yang telah ia renggut. Demikian juga merasa sedih terhadap perjalanan dan perolehan keduanya itu adalah ujian dan cobaan yang di diperlihatkan.

Dalam memandang kebaikan dan keburukan, seringkali manusia lupa pada hakikat pencapaian hidup, menjadikan keduanya sebagai piranti menuju pada kelegawaannya kelak di akhirat. mereka hanya merassa bahwa hidup ini terbatas pada kebahagiaan dunia saja, sedang keburukan nasib merupakan suatu yang sangat bertolak belakang dengan hampanya untuk tetap hidup. Demikian juga hasratnya untuk menuju pada kehidupan akhirat yang hakiki, tidak pernah ia hiraukan, apalagi ia jadikan suatu komitmen yang dikuatkan.

Untuk para sahabatku semua yang sedang dilanda ujian dan cobaan dalam hidup, yakinlah bahwa kita pasti dapat menghadapi dan melalui ini semua sebagai kodrat manusia yang memang seharusnya kita lalui, walaupun berat namun kita tidak sendiri, karena doa kita selalu menyertai dirimu. Lanjutkan kaya dan ukir prstsi dalam kehidupan, dan genggamlah impian bahwasanya badai itu pasti kan berlalu.

Sukma menjelma sebagai hamba, hamba menjelma pada sukma, nafas sirna menuju ketiadaan, badan kembali sebagai tahah

Jumat, 02 Juli 2010

TERAPI UNTUK MENGATASI STRES


Stres dan stres........
Kapan hidup kita akan hidup bahagia ?
Apakah kita tidak bisa keluar dari kesengsaraan ini ?
Uang tidak cukup, kita jadi stres.
Jalan macet, kita bisa jadi stres.
Hidup dikhianati, kita bisa jadi stres.
Kita tertekan dan bisa meninggal karena stres. Inginkah kita meninggal dalam keadaan stres ?
Apakah Allah telah menakdirkan kita sebagai akhli stres dalam kehidupan ini ?

Hadirnya penyakit stres belakangan ini di kalangan kehidupan di atas permukaan bumi ini tidak memandang usia, laki-perempuan, kaya miskin, kiyai ataupun ustad sekalipun. Karena pada zaman sekarang ini jangankan orang awam pengetahuannya tentang agama, bahkan orang yang mengetahui agama pun dapat masuk dalam dunia stres. Dikarenakan tidak terjadinya hubungan batin antara kita sebagai hamba kepada Allah swt. Walaupun ucapan dan prilaku kita selalu mengingat ajaran Allah, namun hati kita sering sekali tidak conect atau nyambung dengan Allah.

Kunci menghindari stres adalah dengan mendekatkan diri kepada jalan Allah swt, agar kita tidak larut pada permasalahan yang menggoncang, tetapi mencari pemecahannya dengan memohon kepada Allah swt.

Seperti janji allah swt dalam firmannya, ".....ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram." (QS: Ar-Ra'd (13) :28)

Allah swt telah menjelaskan seperti diatas merupakan pesan yang menyejukkan. Perkara
apa pun yang kita hadapi terasa mudah dengan mengingat Allah sebagai nutrisi bagi qolbu dan obat segala macam kecemasan. Alangkah ruginya seseorang yang hidup sekali, namun dipenuhi dengan pikiran tegang atau stres.

Jadi apapun yang kita terima atau pun alami, hendaknya diletakkan pada tempatnya dan jangan digantungkan pada hati. hadapi krenyataan dan jangan lari dari kenyataan tersebut, karena hal tersebut tidak dapat mengubah kenyataan ayng ada.

Kunci menghadapi kenyataan yang membawa pada stres adalah keridhoan disertai keikhlasan dari seseorang sertas kesiapan hatinya. Bahwa diri kita sudah bertekad.
Saya siap sukses dan saya siap gagal;
Saya siap jadi pemimpin dan saya siap jadi bawahan;
Saya siap sehat dan saya siap sakit;
Saya siap bekerja dan saya siap menganggur;
Saya siap berpacaran, bertunangan, menikah dan saya siap kehilangan pasangan;
Saya siap kaya harta dan saya siap miskin harta; dll.

Allah swt telah menjamin dengan perkataan-Nya' "Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri kecuali telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguh-Nya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS: Al-Hadiid (57):22-23)

Allah swt sudah menegaskan bahwa cobaan yang ditimpakan kepada manusia sudah terukur dengan kesanggupan kepada manusia menahannya. Allah adalah Ad-Dhaar (Maha Pemberi Derita) dan Al-Mani' (Maha Pencegah) datangnya derita.

Ketenangan perlu kita miliki karena keyakinan akan datangnya pertolongan Allah dan bahwa semua itu akan sanggup kita hadapi. Tidak ada cobaan Allah yang overdosis. Seperti janji Allah, "Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya...." (QS: Al-Baqarah (2):286)

Allah swt telah menerangkan bahwasabnya Dia Mahatahu akan makhluk ciptaan-Nya. dia Mahatahu kapasitas intelektual, kekuatan iman, kesehatan, daya tahan tubuh, dan keadaan perekonomian semua hamba-Nya.

Mahasuci Allah yang menjanjikan kemudahan di balik semua kesulitan. Satu kesulitan diapit oleh dua kemudahan. Seperti janji Allah, "Karena kesungguhannya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS: Alam Nasyroh (94) : 5-6).

Karena itulah kita bisa menetapkan hati akan janji allah ini dengan membahagiakan hati bahwa pasti datang pertolongan; memperingan penderitaan, dengan tidak mempersulitnya, menjernihkan pikiran untuk mencari solusi, semua kesulitan maupun kemudahan yang kita rasakan pastilah memiliki hikmah. Allah menjadikannya pelajaran bagi kita.

Karena itu sangatlah rugi orang-orang yang tidak dapat memperoleh hikmah dari apa yang telah menimpanya. Seperti kata Allah, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui." (QS: Al-Baqarah (2) : 216)

Kembalikanlah semua kesulitan dan kemudahan kepada pemilik segalanya yaitu Allah swt. Jika diberi kesulitan, kita bersabar dan bermunajat memohon pertolongan. Jika diberi kemudahan ,kita bersyukur dan membagi kemudahan kepada orang lain. Kesulitan dan kemudahan itu harus ditafakuri makna dan hikmah di baliknya. Insya Allah kita menjadi akhli hikmah dan terhindar dari penyakit gelisah dan cemas.

Tips mudah dalam menghadapi stres :
1. Berwudhu lah segera.
2. Lakukan pekerjaan atau kegiatan yang anda gemari.
3. Selalu mngkonsumsi makanan yang halal dan dari sumber yang halal serta sehat.
4. Pelihara sholat lima waktu dan tingkatkan sholat sunah
5. Berdzikir melalui dzikir zahar dan perbanyak dzikir qolbu.
6. Tingkatkan kesabaran dengan keikhlasan u/ menerima disertai sikap u/ tidak mengeluh kepada siapapun kecuali kepada Allah swt.
7.. Tingkatkan dengan memberanikan diri untuk bersadaqoh. Karena Allah paling senang menerima sadaqoh orang yang dalam tingkat kesulitannya tinggi, ia masih mampu bersaqoh.

Ketika manusia mampu ngendalikan diri dari dosa, menaati semua perintah Allah, memegang teguh akidah, tabah dan tidak mengeluh atas setiap musibah yang menimpanya maka manusia tersebut telah mencapai tingkat hakikat kesabaran yang sebenarnya.

Kita sebagai manusia sangat mungkin menghadapi saat-saat sulit, dan hanya dengan bersabar yang dapat membawa kita ke dalam ketentraman jiwa untuk melalui berbagai kesulitan dalam hidup ini. Yakinlah bahwa anda dapat melewati masa ini dengan cara yang benar dan tepat. Serta permasalahan yang sedang hadapi dapat terlewati dan akan mendapatkan penggantian yang lebih baik dari Allah swt.














Coppyright Eyangresi313 @2010

Senin, 21 Desember 2009

IKHLAS SEBAGAI RUH TAK TERLIHAT


Ikhlas merupakan amal kebajikan yang kita laksanakan semata-mata karena Allah, yakni mengharapkan keridhaan Allah, itulah yang disebut dengan ikhlas, ikhlas itu merupakan ruh suatu amal, dan amal kebajikan, amal ibadah yang ditunaikan seseorang yang tidak disertai ikhlas maka amal yang demikian itulah amal yang tidak mempunyai ruh.

Sepanjang manusia dalam hidupnya menyerahkan dirinya kepada Allah dengan niatnya ikhlas, maka seluruh gerak dan diamnya, tidurnya dan jaganya, dihitung langkah-langkah mencari ridha yang amat dirindukannya itu, yang tentunya di hambat oleh beberapa faktor, diantaranya mungkin dikarenakan miskinnya tidak memiliki uang atau lemah kondisi ekonomi dan kesehatan tubuhnya. Namun demikian, Allah yang maha mengetahui hati manusia mengangkat orang-orang yang berkeinginan keras untuk berbuat baik kederajat orang-orang yang berbuat baik. Karena nilai amal manusia pada hakikatya kembali kepada sipemiliknya, dan tergantung kepada niatnya.

Semua amal yang baik, bila dilakukan dengan niat yang baik dan ikhlas mendapat imbalan pahala ibadah. Bahkan semua kesenangan (yan halal) yang diingini manusia bisa berubah menjadi bentuk ibadah, apabila dikerjakannya dengan niat yang baik, ikhlas dan tujuan mulia, termasuk memberi makan dirinya, anak isterinya dan pembantunya.




Coppyright Eyangresi313 @2009