Memberikan arahan kepada Anda yang mengarah kepada tingkatan dan keadaan kehidupan yang berimbang pada peningkatan kehidupan lahiriah & batiniah.




Tampilkan postingan dengan label Literatur tanaman obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literatur tanaman obat. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Agustus 2010

ASAM


Tamarindus indica L.
(Suan Jiao)



Tanaman ini tinggi 15 – 25 m, banyak bercabang, berkayu keras. Banyak ditanam sebagai tanaman pelindung di sepanjang jalan raya atau ditanam di kampong-kampung sebagai tanaman buah. Asalnya belum diketahui secara pasti, diduga tanaman ini berasal dari Afrika tropis kemudian menyebar ke India dan sekarang banyak terdapat di daerah tropis lainnya. Asam terdapat di daratan rendah di daerah yang musim kemaraunya jelas sampai kering.

Daunnya berupa daun majemuk menyirip genap, panjang 5 – 13 cm, terdapat 10 -15 pasang anak daun yang duduknya berhadapan, bentuknya bulat panjang, warnanya hijau, warna sisi bawah lebih muda, kedua permukaan daun halus dan licin, ujung dan pangkalnya membundar, tepi rata, panjang 1 – 2,5 cm, lebar 0,5 – 1 cm, dengan tangkai anak daun sangat pendek hampir duduk.

Karangan bunga berbentuk tandan yang panjangnya 2 – 6 cm, terdiri dari 6 – 30 bunga yang hampir duduk, warnanya kuning berurat merah, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan.

Buahnya buah polong, bertangkai, bulat panjang, pipih, panjang 3,5 -20 cm, lebar 2,5 cm, bagian ujungnya ada bagian yang lancip, diantara biji kerap kali menyempit, dinding luar rapuh,warnanya coklat muda. Biji 1 – 12, coklat mengkilap, daging buah rasanya masam.

Asam berbuah sepanjang tahun, perbanyakan melalui biji dan secara vegetatif.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS
• Buah : manis, asam, sejuk, pencahar, menambah napsu makan, penyejuk, penurunan panas, abortivum.
• Kulit kayu : astringent, tonik
• Daun : penurunan panas, menghilangkan sakit, antiseptic.


KANDUNGAN KIMIA
• Buah : dula invert, tartaric acid, citric acid, 1-malic acid, pipecolic acid, serine, beta –alanine, praline, phenylalanine, leucine.
• Daun : sitexin, isovitexin, orientin, isoorientin, 1-malic acid.
• Kulit kayu : tanin.


BAGIAN YANG DIPAKAI
Buah tanpa biji, daun, kulit kayu, biji.


KEGUNAAN
• Daun : demam, rematik, sakit kuning, cacingan, koreng, bisul, eczema, luka, sariawan, susah tidur.
• Daging buah : sembelit, keracunan alcohol, muntah, demam, disentri, menurunkan berat badan, sariawan, abortivum, kurang napsu makan, cacingan, radang payudara.
• Kulit kayu : kolik, sariawan.


PEMAKAIAN
• Untuk minum : buah tanpa biji 15 – 30 grm digodok.
• Pemakaian luar : digodok, airnya untuk cuci atau dibuat bubuk.


CARA PEMAKAIAN
1. Radang payudara.. Asam kawak tanpa biji secukupnya diremas dengan 3 sendok makan air garam, dipakai untuk menurap payudara yang sakit, lalu dibalut. Ganti 2 – 3 kali sehari.
2. Bisul.
• Isi biji asam secukupnya ditumbuk halus, beri sedikit air garam. Dipakai untuk menurap bisul, lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari.
• Daun asam dan kunyit secukupnya ditumbuk halus, dipakai untuk merurap bisul.
3. Borok, luka :
• ½ genggam daun asam yang masih muda, ¼ genggam daun sambiloto, ¼ genggam daun baru cina, bsebesar biji belinjo, tawas sebesar biji asam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok the minyak kayu putih dan 4 sendok makan minyak kelapa, dipanaskan sebentar, untuk menurap borok. Ganti 2 kali sehari, tiap-tiap kali akan dipakai, dipanaskan sebentar.
• Biji asam ditumbuk untuk dijadikan bubuk. Ditaburkan pada borok, lalu balut.
• Daun dikeringkan, lalu dibuat bubuk. Taburkan luka atau borok, lalu dibalut.
4. Ekzema : 1/3 genggam daun asam yang masih muda, 1 jari rimpang kunyit, 1/3 genggam daun ketepeng cina, 3 jari akar terebak, dicuci lalu ditimbuk halus dan diremas dengan 2 sendok makan minyak jangkang. Dipakai untuk menggosok dan menurap kulit yang terkena ekzema lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari.
5. Sariawan :
• 3 jari asam tanpa biji, 2 jari asam trengguli, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. 3 kali sehari, ¾ gelas.
• Kumur-kumur dengan air asam.
• Bubuk kulit kayu dicampur air, dipakai untuk kumur-kumur.
6. Haid tersa sakit. 2 jari asam tua, ¾ jari rimpang temulawak, 2 jari asam trengguli, 8 buah biji kedaung, 1/3 genggam daun sembung, 3 jari gula enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum, 3 kali sehari, ¾ gelas.
7. Demam. Daun secukupnya dijuice atau ditumbuk dan perasan airnya diminum.
8. Rematik/bengkak terpukul. Daun secukupnya dan rimpang kunyit digiling halus, seduh dengan sedikit air panas lalu dipakai untuk menurap bagian yang sakit. Buah asam tanpa biji dilumatkan sampai seperti bubur, panaskan sebentar lalu dipakai untuk menurap bagian sendi yang sakit.
9. Menurunkan berat badan. Buah asam yang masak dibuang kulitnya, daging buahnya dimakan.
10. Abortivum. Sam kawak ditambah air, lalu diminum.
11. Gatal-gatal, biduran.
• Asam kawak sebesar telur ayam, umbi temulawak, gula aren dan 2 gelas air, digodok sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
• 3 buah asam yang tua, garam secukupnya ½ sendok air kapur sirih, dogodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, 1 gelas.
12. Mencegah rambut rontok. Buah asam yang tua dicampur sedikit air, dipakai untuk mengurut kulit kepala (massage). Kemudia rambut dicuci bersih dengan shampoo.
13. Bengkak persendian, keseleo, tersiram air panas, scabies.. Daun segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus sampai seperti bubur. Turapkan ke tempat yang sakit.
14. Menghilangkan karat gigi. Biji asam disangrai, lalu ditumbuk sampai halus. Gosokkan gigi yang berkarat dengan sikat gigi kain.
15. Susah tidur. Daun asam dikringkan, lalu dipakai untuk pengisi kepala. Tidur dengan bantal daun asam.
16. Kolik, gangguan pencernaan. 1 – 2 gr bubuk kulit kayu diseduh, lalu diminum.




Coppyright Eyangresi313 @2010

Jumat, 16 Juli 2010

ANYANG – ANYANG


Elaeeocarpus grandiflorus Smith.



KLASIFIKASI
Anyang-anyang disebut Elaeocarpus grandiflorus Smith termasuk ke dalam famili tumbuhan Ealecarpaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah kayu anyang, ki ambit, kematian atau raja sor, rejasa


SIFAT KIMIAWI
Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain :
• Bunga : minyak terbang, zat samak dan ubar merah.
• Buah : saponin, zat pahit, elaeokarpid.


EFEK FARMAKOLOGIS
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memilikki sifat : rasa pahit, sejuk, adstringent. Bersifat antipiretik dan anti inflamasi.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, getah daun dan biji.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literature yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Anyang-anyangen (sakit kandung kemih sehingga kencing tidak lancar). Buah kering 2 – 5 grm ditumbuk, direbus dan diminum seluruhnya.
2. Borok dan bisul. Daun muda dirumbuk halus, tempelkan kebagian yang sakit.
3. Obat keringat (biang keringat), obat rambut rontok. Daun ditumbuk, peras hingga keluar getahnya, oleskan di bagian yang sakit.
4. Mencret menahun, sakit kepala sebelah. Kulit 250 grm ditambah, ditambah 2 gelas anggur, direbus sampai isinya tinggal separuh, minum.
5. Sariawan. Kulit 250 grm ditambah, ditambah 2 gelas anggur, direbus sampai isinya tinggal separuh, pakai untuk berkumur.








Coppyright Eyangresi313 @2010

Selasa, 22 Juni 2010

ADAS


Foeniculum vulgare Mill.




KLASIFIKASI
Daun adas disebut Foeniculum vulgare Mill. Temasuk ke dalam famili tumbuhan Umbelliferae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah adas kowei, adas pedas, adas londo dan hades.

SIFAT KIMIAWI
Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain : minyak terbang(0,3 – 6 %) dengan kandungan anethol tinggi, zat pahit, fanchom, kamfen, dipenten, metal chavikol dan anis keton

EFEK FARMAKOLOGIS
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat : rasa tajam, anti perik, anti diare dan mendorong keluarnya angin.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan buah dan seluruh tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literature yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Mules. Dicampur tanaman obat lain.
2. Sariawan. Dicampur tanaman obat lain.
3. Batuk. Dicampur tanaman obat lain
4. Sebagai corrigens. Untuk memperbaiki rasa obat.
5. Sebagai bahan pengawet makanan tanpa efek samping.
6. Untuk campuran acar mentimun.










Coppyright Eyangresi313 @2010

Kamis, 17 Juni 2010

DAUN DEWA


Cordyline fruticosa (Linn.) A. Cheval




Perdu tegak jarang bercabang, kecuali bila dipangkas. Tinggi sampai dengan 4 m dan termasuk suku bawang-bawangan. Tanaman ini bias dipelihara sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Juga sering di tanam dikuburan dan sebagai pembatas perkebunan karena warnanya yang menyolok.

Batang bekas daun rontok berbentuk cicin, daun tunggal, ada yang berwarna merah kecoklatan dan ada yang berwarna hijau. Helaian daun panjang berbentuk lanset, panjang 30 -50 cm, lebar 5 – 10 cm, ujung dan pangkalnya runcing. Letak daun tersebar pada batang dan letaknya berjejal denga susunan spiral dan tankainya berbentuk talang.

Bunga bentuk malai keluar dari ketiak daun, panjang sekitar 30 cm berwarna dadu atau hijau ungu, ada juga kurang muda. Buahnya buah buni, bentuknya seperti bola, merah mengkilat. Tanaman ini berasal dari Asia Timur dan terdapat di daratan rendah sampai 1.900 m diatas permukaan laut. Daun muda yang berwarna hijau biasa dimakan sebagai syuran dan bila menanak nasi dengan bungkusan daun yang tua memberikan rasa yang sedap. Perbanyakan dengan stek atau pemisahan tunas.

KLASIFIKASI
Daun Dewa disebut Cordyline fruticosa (Linn) A. Cheval atau Cordyline terminalis (L) Kunth termasuk ke dalam famili tumbuhan Liliaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Andong, Hanjuang atau Bak mang.

SIFAT KIMIAWI
Kandungan tanaman ini belum banyak diketahui, sehingga kegunaan tanaman ini diketahui berdasarkan pengalaman turun-temurun dan berdasarkan pengalaman secara empiris.

EFEK FARMAKOLOGIS
Tanaman ini bersifat : menyejukan darah, menghentikan pendarahan, menghilangkan bengkak karena memar (anti swelling). Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis ambar, sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Efekfarmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman yaitu bunga, daun dan akar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literature yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sbb :
1. TBC paru dengan batuk darah. Daun kering 15 – 30 grm, atau bunga kering 9 – 15 grm atau akar kering 6 – 10 grm digodok dan diminum.
2. Ancaman aborsi, menstruasi yang banyak, air kemih berdarah dan wasir berdarah. Daun kering 15 -30 grm, atau bunga kering 9 -15 grm atau 6 – 10 grm kering digodok dan diminum.
3. Nyeri lambung dan ulu hati. Daun 15 – 30 grm atau akar 6 – 10 grm digodok dan diminum.
4. Air kemih berdarah, tidak dating menstruasi. Daun segar 60 – 100 grm atau 30 -60 grm akar kering, digodok dan diminum.
5. Sengatan ikan swanggi. Daun dipipis, dipanaskan dan diurapkan ke bagian yang luka.
6. Radang gusi. Kulit dikikis, beri garam sedikit dan dioleskan pada tempat yang sakit.













Coppyright Eyangresi313 @2010

Minggu, 06 Juni 2010

A L P U K A T


Persea Americana Mill,


KLASIFIKASI
Alpukat disebut Persea Americana Mill, atau Persea gratissiman Gaertn termasuk ke dalam famili tumbuhan Lauraceae. Tanaman ini dikenal dengan nama asing advocaat atau avocado pear.

SIFAT KIMIAWI
Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :
• Buah dan daun mengandung : saponin, alkaloida dan flavonoida.
• Buah juga mengandung tannin, daun juga mengandung polifenol, quersetin dan gula alcohol persiit.

EFEK FARMAKOLOGIS
Dalam farmakologi Cuna dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat :
• Daun : Rasa pahit, kelat. Peluruh kencing.
• Biji : Anti radang, menghilangkan sakit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun bersifat membantu bakteri yaitu menghabat pertumbuhan beberapa spesies bakteri : Staphylococus sp, Pseudomonas sp, Proteus sp, Escherichea sp dan Bacillus sp.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Efek farmakologi diperoleh dari penggunaan daging buah, daun dan biji.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literature yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Sariawan. Sebuah isi alpukat yang sudah dimasak diberi 2 sendok makan madu murni, diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
2. Kencing batu. Daun alpukat 4 lembar, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 kali ¾ gelas.
3. Darah tinggi, sakit kepala. Tiga lembar daun alpukat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin diminum sekaligus.
4. Kulit muka kering. Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker tersebut mengering.
5. Sakit gigi berlubang. Lubang pada gigi dimasukan biji alpukat.
6. Bengkak karena peradangan. Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan kebagian tubuh yang sakit.
7. Kencing manis. Biji dipanggang diatas api lalu dipotong kecil-kecil dengan golok, kemudian digodok dengan air bersih sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah dingin.
8. Nyeri syaraf dan nyeri lambung. Daun 3-6 lembar, diseduh atau direbus dan airnya diminum.
9. Saluran napas membengkak, menstruasi tidak teratur. Daun 3-6 lembar, diseduh atau direbus dan airnya diminum.
10. Teh daun alpukat. Untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (neuralgia) dan datang haid tidak teratur.









Coppyright Eyangresi313 @2010

Jumat, 07 Mei 2010

ALANG-ALANG


Imperata cylindrical (L…) Beauv. Var. mayor (Nees) C.E. Hubb

Merupakan tumbuhan liar yang tumbuh dimana di tempat terbuka seperti lahan terbengkalai, tepi jalan dan lapangan rumput, terutama di tempat-tempat yang kering. Tumbuh tersebar secara luas di seluruh Indonesia dan dalam jumlah besar. Dapat tumbuh dalam ketinggian 0 – 2.700 m diatas permukaan laut.
Tumbuhan ini tumbuh tegak dan bersifat menahun serta cendrung menguasai semua tempat terbuka. Mudah berkembang biak dengan menggunakan rimpang yang kaku dan tumbuhan menjalar. Batangnya padat dan bukunya berambut jarang. Daun berbentuk pita, tegak, ujungnya runcing, kasar berambut jarang, panjang dan sampai dengan 180 cm, lebar 3 cm, warna hijau.
Bunga tumbuh pada tangkai bunga berupa bunga majemuk, berwarna putih dan mudah diterbangkan angina, pada satu tangkai terapat 2 bulir, letaknya bersusun, yang terletak diatas adalah bunga sempurna dan yang terletak dibawah bunga mandul. Panjang bulir 3 mm, pada pangkal bulir terdapat rambut halus panjang dan padat, warnanya putih. Biji jorong, panjang sekitar 1 mm berwarna coklat tua.

KLASIFIKASI
Alang-alang disebut Imperata cylindrical (l.) Beauv. var. mayor (Ness) C.E.Hubb atau Imperata arundinacea Cyrilla atau Logurus cylindricus L. termasuk ke dalam famili tumbuhan Gramineae atau Poaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah ilalang, hilalang atau kambengan.

SIFAT KIMIAWI
Tumbuhan ini kaya dengan barbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, dammar, logam alkali.

EFEK FARMAKOLOGIS
Tumbuhan ini bersifat : anti piretik (menurunkan panas), diuretik (peluruh kemih), hemostatik (menghentikan pendarahan), menghilangkan haus, masuk meridian paru-paru, lambung dan usus kecil. Dalam farmakologi Cina tumbuhan ini memiliki rasa manis dan sifat sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan rimpang (daun), bunga dan akar. Dapat digunakan yang segar atau dikeringkan

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berbagai literature yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dan berbagai Negara dan daerah tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit :
1. Muntah darah. Agar segar 30 -60 grm dicuci bersih, dipotong-potong, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Minum setelah dingin.
2. Mimisan. Akar segar dicuci bersih, ditumbuk dan diperas airnya sampai terkumpul 100 cc lalu diminum.
3. Air kemih berdarah. Rebus 100 grm dicuci bersih, digodok dengan 2.000 cc air bersih sampai tersisa 1.000 cc.
4. Kencing nanah. Akar segar 300 grm dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya, digodok dengan 2.000 cc air bersih sampai tersisa 1.200 cc, ditambah gula batu secukupnya. Dibagi 3 kali minum.
5. Hepatitis akut menular. Akar kering 60 grm digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Dibagi 2 kali minum 10 hari untuk 1 gelas.
6. Rasa haus pada penyakit campak. Rebus 30 grm akar minum sebagai the.
7. Radang ginjal akut. Cuci bersih 60 – 120 grm akar segar, dipotong-potong seperlunya dan digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas air. Dibagi untuk 2 – 3 kali minum. Rebus 60 – 120 grm pegagan segar, minum secara rutin.





Coppyright Eyangresi313 @2010

A L A M A N D A


Allamanda carthatica L..


KLASIFIKASI
Alamanda disebut Allamanda carthartica L.. termasuk ke dalam famili tumbuhan Apocynaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama lama areuy.

SIFAT KIMIAWI
Kandungan kimia yang terdapat dalam tumbuhan ini : Triterpenoid resim.

EFEK FARMAKOLOGIS
Dalam farmokologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ; pedas, pahit, hangat, beracun, pancahar (purgative), penyebab muntah (emetik).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Efek farmokologi ini diperoleh dari penggunaan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literature yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Demam. Uap dari godokan daun yang diletakkan di ember atau baskom digunakan untuk menguapi badan yang panas.
2. Sembelit. Minum air seduhan daun.
3. Eczema, bisul, abses dan kurap. Daun secukupnya setelah dicuci, ditumbuk halus untuk dibalurkan ke tempat yang sakit.
4. Membunuh belatung dan nyamuk. Ambil getah tanaman segar dengan cara menumbuk tanaman, tambah sedikit air, semprotkan kepada belatung atau nyamuk.




Coppyright Eyangresi313 @2010

A J E R A N


Bidens pilosa L…


KLASIFIKASI

Ajeran disebut Bidens pilosa L.. atau B. leucantha wilds termasuk ke dalam famili tumbuhan Composite. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah hereuga, jatingan, ketul, ketul keo, ketul sapi, ketulan, lancituwa.

SIFAT KIMIAWI

Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain : Phytosterin-B.

EFEK FARMAKOLOGIS

Dalam farmokologi Cina dan pengobatan traditional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat : rasa pahit, agak dingin, penurun panas (anti piretik), anti radang (anti-inflamasi), menghentikan pendarahan, melancarkan peredaran darah, astrigen.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN

Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan selirih tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA

Berdasarkan berbagai literature yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dan berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

  1. Appendixitis. Tanaman ajeran 60-120 grm, allium sativum (bawang putih) 30-60 grm, direbus dan dibagi 4 dosis.
  2. Encephalitis epidemica. Tanaman ajeran 15-30 grm, kemuning (Murraya paniculata) 30-90 grm direbus dengan 4 gelas air menjadi 1 ½ gelas untuk 2 kali minum. Untuk yang berat 1 kali minum dan sehari 2 kali.
  3. Sakit gigi. Daun dikunyah.






Coppyright Eyangresi313 @2010