Memberikan arahan kepada Anda yang mengarah kepada tingkatan dan keadaan kehidupan yang berimbang pada peningkatan kehidupan lahiriah & batiniah.




Tampilkan postingan dengan label Psiskologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psiskologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Agustus 2010

BAHAGIA DALAM SEDERHANA


Suatu hal yang paling harus disyukuri dalam hidup ini adalah ketika kita memiliki keluarga yang baik dan bahagia. Mereka tidak hanya membuat kita semakin baik dari hari ke hari, mereka senantiasa menyemangati ketika kita sedang patah semangat sehingga membuat hidup ini serasa lebih berarti.

Sungguh tidak terbayangkan apa jadinya jika hidup tanpa keluarga. Dengan adanya keluarga saat-saat senang, bila kita nikmati bersama sehingga kegembiraan itu berlipat ganda nilainya. Begitu pun pada saat-saat susah, kita saling berbagi, saling memberi semangat dan saling mendoakan sehingga beban hidup pun terasa kurang beratnya.

Ketulusan mencari nafkah untuk keluarga merupakan kunci dari kebahagiaan. Ketulusan memang lebih mudah diucapkan dan dituliskan daripada dipraktekkan, dikarenakan ketulusan berasal dari lubuk hati yang paling dalam. Ketulusan sesungguhnya kehendak untuk memberi tanpa berharap suatu balasan apa pun.

Bila kita senantiasa memberi dengan penuh ketulusan, cepat atau lambat akan menerima balasannya. Itulah hukum mutlak yang sulit dibantah. Tulus memberi segala sesuatu untuk keluarga merupakan nafkah yang sesungguhnya tidak terukur nilainya.

Pemberian yang dimaksudkan di sini tentu saja tidak hanya berupa materi. Kita bisa memberi waktu, perhatian, bahkan senyuman kepada orang-orang yang kita cintai.

Senyuman kita bisa jadi akan menjadi semacam lengkung kecil yang bisa meluruskan banyak hal. Senyuman itu seketika dapat mencairkan hunbungan yang beku. Lagi pula untuk tersenyum kita hanya memerlukan 14 otot dibandingkan untuk cemberut yang membutuhkan 72 otot.

Beratnya beban tanggungjawab untuk keluarga, sesungguhnya merupakan jihad terbesar dan ibadah paling mulia bagi para pencari nafkah. Janganlah bersedih ketika kita seakan-akan telah kehilangan waktu dan kebahagiaan untuk diri sendiri. Ikhlaskanlah semua kenyataan tersebut. Sesungguhnya memang demikianlah sunnatul Hayah (tradisi kehidupan). Beban ini niscaya akan berubah menjadi sedemikian manis selagi kita melakukannya dengan ikhlas dan tulus.

Bagi kita semua para sahabatku yang menjadi tulang punggung pencari nafkah dalam kluarga, hendaknya bersabar atas ketertiban yang dirasakan dalam berjuang melawan kesulitan-kesulitan mencari nafkah kehidupan. Bila kita merasa permasalahan sedemikin pelik dan seakan membuat frustasi maka lihatlah karunia yang diberikan Tuhan atas jihad kita itu. Insya Allah, kesabaran akan memenuhi seluruh relung-relung hati kita dan memusnahkan semua kesedihan yang kita hadapi.

Menghidupi keluarga dengan memberikan nafkah yang halal merupakan salah satu karunia keberkahan dalam rumah tangga. Dalam konteks ini, tentunya tidak hanya zat dari makan tersebut yang perlu diperhatikan kehalalannya, tetapi juga cara mencari nafkah itu sendiri. Bekerja dengan cara yang dihalalkan oleh Tuhan, berusaha dengan semampu mungkin untuk menghindari apa yang diharamkan oleh uhan dalam konteks memperoleh rezeki untuk menafkahi keluarga.

Ketika manusia mampu ngendalikan diri dari dosa, menaati semua perintah Tuhan, memegang teguh akidah, tabah dan tidak mengeluh atas setiap musibah yang menimpanya maka manusia tersebut telah mencapai tingkat hakikat kesabaran yang sebenarnya. Bahwa Tuhan tidak akan pernah tinggal diam dan selalu menjawab doa bagi setiap hambanya yang benar-benar yakin dan ikhlas menerima segala ketetapan dariNya.













Coppyright Eyangresi313 @2010

Selasa, 20 Juli 2010

KODRAT MANUSIA


Ujian dan cobaan merupakan kodrat manusia sebagai makhluk yang berproses menuju puncak perbaikan diri. Oleh karenanya ujian dan cobaan menjadi suatu keharusan buat manusia, terutama bagi orang yang terlalu lemah dalam menguasai jiwa dan pikirannya sendiri sehingga ia suka menempatkan dirinya di atas segalanya.

ujian dan cobaan selalu muncul dari persoalan yang dapat dirasionalkan. jika di dunia ini tidak ada mekanisme ujian dan cobaan, maka hidup akan selalu terlihat monoton, dan seluruh manusia menjadi sederajat; tidak akan ada rasa cinta dan kasih; semua kelabu dan tidak tercerahkan.

Dapat dibayangkan oleh kita, bagaimana seandainya tidak ada mekanisme ujian dan cobaan dalam hidup ini, betapa semua manusia akan terleha-leha dengan kehidupannya, dikarenakan setiap keinginannya akan selalu terkabul tanpa ada usaha serta beserta batu karang yang di hadapan ikhtiarnya tersebut. konsekuensi dari hal ini dapat menjadikan manusia yang sombong.

Kesuksesan manusia dipersentasikan dengan bala cobaan agar manusia tidak mengaku-aku dan juga tidak sombong. Mungkin diri kita tidaklah dapat dipanggil manusia jika tidak bisa menghadapi segala apa yang menghadang jalan hidup kita. Termasuk keluasan jiwa seseorang, jika kita dapat bersabar dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan yang menghadang, dan menjadikan hal tersebut sebagai jalan hidup yang pantas untuk dijalani.

Kehidupan dunia tentang segala kebaikan dan keburukan pada hakikatnya merupakan ujian dan cobaan semata-mata bagi manusia. manusia diberi keleluasaan dan jalan untuk memilih keduanya. Kadangkala manusia merasa sangat bahagia dengan kesuksessan yang telah ia renggut. Demikian juga dengan kesuksesan yang telah ia renggut. Demikian juga merasa sedih terhadap perjalanan dan perolehan keduanya itu adalah ujian dan cobaan yang di diperlihatkan.

Dalam memandang kebaikan dan keburukan, seringkali manusia lupa pada hakikat pencapaian hidup, menjadikan keduanya sebagai piranti menuju pada kelegawaannya kelak di akhirat. mereka hanya merassa bahwa hidup ini terbatas pada kebahagiaan dunia saja, sedang keburukan nasib merupakan suatu yang sangat bertolak belakang dengan hampanya untuk tetap hidup. Demikian juga hasratnya untuk menuju pada kehidupan akhirat yang hakiki, tidak pernah ia hiraukan, apalagi ia jadikan suatu komitmen yang dikuatkan.

Untuk para sahabatku semua yang sedang dilanda ujian dan cobaan dalam hidup, yakinlah bahwa kita pasti dapat menghadapi dan melalui ini semua sebagai kodrat manusia yang memang seharusnya kita lalui, walaupun berat namun kita tidak sendiri, karena doa kita selalu menyertai dirimu. Lanjutkan kaya dan ukir prstsi dalam kehidupan, dan genggamlah impian bahwasanya badai itu pasti kan berlalu.

Sukma menjelma sebagai hamba, hamba menjelma pada sukma, nafas sirna menuju ketiadaan, badan kembali sebagai tahah

Kamis, 08 Juli 2010

INTELIGENSI


Cara memanfaatkan daya inteligensi akan menentukan kedudukan dan eksistensi seseorang. Oleh karena itu, ketika tidak lagi menggunakan akal sehat dan nalarnya, seseorang dianggap telah tergelincir dalam jurang kebodohan. Sebaliknya, orang yang mampu memanfaatkan akal sehat dan nalarnya akan memperoleh hikmah yang maha luas.

Kebodohan merupakan kekurangan setiap orang untuk mengubahnya, dibutuhkan sikap sabar dalam proses belajar sehingga kekurangan ini suatu saat menjadi sumber kekuatan hikmah. Sehubungan dengan hal ini, sikap sabar memiliki ikatan yang erat dengan daya inteligensinya. Oleh karena itu, ketika tingkat inteligensi seseorang meningkat, kemampuannya untuk mereguk lautan hikmah akan bertambah. Pada tahapan ini, ia akan lebih siap menghadapi segala macam permasalahan dan kesulitan.

Perasaan negative bisa muncul dari kelemahan daya inteligensi seseorang. Perasaan tersebut kadang mencuat akibat daya inteligensi yang berlebihan dan tidak etis, sepeti kelicikan dan tipu muslihat. Pada akhirnya, ia akan terjerumus dalam jurang kebodohan dan tipu daya yang menyebabkannya bersikap temperamental dan kehilangan stabilitas emosional. Dalam istilah lain, orang tersebut telah mengakibatkan batas-batas nalar dan rasionalitas.

Dalam kehidupan ini, setiap orang pasti akan menghadapi masalah, seperti penyakit atau ujian. Masalah ini akan menghampirinya dalam bentuk dan cara yang beragam. Oleh karena itu, orang yang rugi adalah yang bodoh dan tidak mengerti bagaimana cara menghadapi masalahnya dengan cara yang benar. Dan orang yag beruntung merupakan mereka yang bersabar dan tahu bagaimana cara menghadapi permasalahan secara bijak dan benar.





Coppyright Eyangresi313 @2010