Memberikan arahan kepada Anda yang mengarah kepada tingkatan dan keadaan kehidupan yang berimbang pada peningkatan kehidupan lahiriah & batiniah.




Tampilkan postingan dengan label SEKAPUR SIRIH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEKAPUR SIRIH. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

SANG URIP


Adanya Kehidupan Itu Karena Pribadi Ditetapkan Oleh Pribadi Ditetapkan Oleh Kehendak Nyata.



Sang Urip atau disebut Pribadi dalam kehidupan manusia yang terdapat dalam dirinya. Pribadi merupakan emanasi atau pancaran Ilahi. Roh, jiwa dan badan, merupakan alat bagi Sang Pribadi atau Sang Urp untuk menampillkan dirinya di muka bumi.

Karena itu hidup dikatakannya sebagai kehendak nyata. Perwujudan dari iradat Illahi. Apakah ia ada di bumi atau di luar bumi, kasat mata, atau gaib. Hidup tetap ada. Hidup merupakan wujud kehendak nyata. Hidup dan mati di bumi itu merupakan dinamika menuju hidup sejati.

Pribadi atau Sang Urip mula-mula hidup di dalam dimensi atau alam spiritual. Di alam, Pribadi hidup dalam dimensi gaib. Dalam bahasa sufi, Sang Pribadi ada di alam malakut arwah. Lalu masuklah ia ke dalam mitsal, alam antara, yaitu antara alam gaib dan alam nyata. Di alam ini Sang Pribadi atau Sang Urip bersandang nafs (Jiwa). Tetapi belum ada bandan jasmanisnya (korpus). Ada karsa tapi tidak bisa berkarya.

Merujuk pada QS (71) : 17. Badan jasmani atau korpus awal yang tumbuh di bumi adalah tumbuhan. Seiring dengan jalannya waktu badan jasmani (korpus) yang sederhana itu perlahan-lahan secara evolusi menuju bentuknya yang sempurna. Yang dewasa ini disebut manusia. Pada tingkat bentuk badan jasmani tertentu di alam jisim ini. "Sang Pribadi" atau Sang Urip menggunakan lapisan jiwa. Dari hanya jiwa al-amarah pada tumbuh-tumbuhan, dilapisi lagi dengan jiwa al-lawwamah pada binatang.

Ketika badan jasmani berwujud manusia, pribadi menambah jiwa yaitu jiwa al-mulhammah. Kemampuan jiwa untuk menerima ilham atau jalan yang baik dan yang buruk dalam tatanan kehidupan ini. Dan kemanusiaan mulai matang setelah Sang Pribadi mempunyai sandang kehormatan yaitu jiwa al-muthmainnah (jiwa yang tenang). Pada jiwa ini aspek rasio dapat berkembang optimal. Pada jiwa ini manusia dapat melangkah ke tangga yang lebih tinggi untuk menjadi insan kamil. Manusia sempurna. Manusia yang mulai arif menggunakan akal budinya.

Dalam kedudukan sebagai manusia sempurna, manusia yang mampu menggunakan akal-budinya dengan benar, Sang Pribadi atau Sang Urip dapat memperdayakan roh Tuhannya. Sehingga manusia dapat menemukan dirinya. Dalam kepustakaan Jawa, kualitas diri manusia sejati yang paling rendah disebut ingsun sejati atau diri sejati (the real self). Manusia sejati ini tidak dipengaruhi orang lain. Dia telah menemukan dunianya sendiri dalam kehidupan ini. Dia tidak lagi epigon, pengekor orang lain, apakah pengekor orang tua, teman atau tokoh pinjamannya.

Menemukan diri sendiri merupakan langkah awal untuk menjadi saudaranya yang bersifat spiritual, ruhani. Ada empat saudara pada setiap diri manusia. Di Jawa dikenal dengan nama Sedulur Papat yang artinya "empat saudara" yaitu ; ketuban, ari-ari (plasenta), tali pusar, dan darah yang menyertai sang bayi lahir. Keempatnya menyertai pembentukan jabang bayi hingga lahirnya di bumi ini. Badan jasmani atau "korpus" keempat saudara itu telah mati. Tetapi, ruhnya tetap menyertai manusia yang hidup.


SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER

Sedulur Papat Kalima Pancer merupakan ungkapan bahasa Jawa yang berarti saudara empat dan yang kelima adalah "pancer" (pusatnya). Yang menjadi pusatnya adalah diri sejati manusia itu seniri. Sedangkan keempat saudaranya tetap menyertai hidupnya. Namun, bila keempat saudaranya ini tidak pernah dikenali, mereka tidak akan berfungsi. Tidak ubahnya anggota badan kita, bila tidak pernah dilatih dan dibiasakan, menmjadi tidak atau kurang berfungsi bagi hidup ini.

Dalam Al-Qur'an disebutkan, "Pada setiap diri niscaya ada penjaganya." (QS: Al-Thariq (86) : 4). Pada QS (6) :61 pun disebutkan bahwa setiap manusia telah diberi penjaga oleh Allah.

Bila keprihatinan manusia ini semakin meningkat, kesadaranya bermanusia semakin tinggi, dan pencarian dan perenungan terhadap makna hidup ini semakin dalam, maka manusia sejati akan menemukan guru sejatinya.


GURU SEJATI

Guru Sejati adalah guru yang memahami hakikat hidup. Guru ini mampu mengajar murud-muridnya untuk merasakan dan mempraktikkan sendiri dalam menempuh jalan hidup. Guru ini mengetahui dan dapat mengajarkan czra menempuh iradatnya sendiri. Kematian yang tidak dikarenakan bunuh diri. Tetapi berdasarkan kemapuan menutup pintu ke matian di dunia ini.

Guru Sejati dalam melihat sesuatu mirip dengan kerja intuisi atau indera keenam, dapat tampil sebagai bawaan atau bakat. Tapi guru sejati merupakan hasil olah rasa yang sangat dalam. Guru Sejati dapat dipadankan dengan roh suci atau roh kudus. Dialah yang berfungsi memperkuat Sang Pribadi atau Sukma Sejati dalam hidupnya di dunia ini. "Sukma Sejati" merupakan lokus atau istana bagi "Sang Pribadi" atau "Sang Urip".


Sang Pribadi atau Sang Urip yang mengejawantah di dunia ini, akan mampu menghasilkan ciptaan-ciptaan baru yang melengkapi ujudnya alam semesta ini. Tanpa adanya "Sukma Sejati" yang hadir di dunia ini, bumi kita tetap remang-remang. Lampu lilin dan sentir yang mengisi. Bukan bohlam dan lampu neon yang menerangi.

Tanpa manusia yang berkualitas, manusia akan senantiasa mati secara terpaksa atau dipaksa. Bukan kematian sebagai pilihan sendiri. Sungguh indah dunia ini bila orang tahu kapan dirinya akan meninggalkan dunia fana ini.

Bumi akan lestari semakin ayu, semakin indah dan lebih baik, bila muncul pribadi-pribadi sejati sebagai manusia sejati. Ia muncul untuk tampil sebagai wakil Ilahi. Dia hadir untuk membabar diri. Bumi menjadi makmur. Masyarakat hidup adil dan sejahtera. Dimana-mana penuh bakta dan bakti. Karena mereka merupakan perwujudan pancaran Ilahi.


Setiap orang meskipun mengerjakan segala perkara yang bersifat keilmuan, tidaklah bermanfaat bila tidak ada gurunya sebagai pembimbingnnya.







Coppyright Eyangresi313 @2010







Jumat, 23 Juli 2010

KEKUATAN CINTA


Banyak pasangan suami istri yang menyenangkan dan penuh perhatian kepada rekan kerja, sekretaris, dan bahkan orang asing, tapi sering ketus dan judes antara satu dengan yang lainnya, menganggap pasangannya sudah semestinya mereka miliki. Sulit sekali untuk mempercayai bahwa orang yang sudah menikah dan bertanggung jawab bisa efektif atau bahagia sepenuhnya tanpa hubungan yang serasi dengan teman hidupnya.

Keluarga merupakan landasan negara. Bisa ditunjukan dari sejarah bahwa tidak ada masyarakat yang pernah lestari setelah kehidupan keluarganya merosot. Cara kita melihat pasangan hidup kita, memperlakukan pasangan hidup kita dan rukun dengan teman hidup kita sangatlah penting. Hubungan ini lebih berkaitan dengan kebahagiaan dibandingkan dengan hubungan kita dengan orang lain.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, ada tiga kemungkinan alasan bagi kebanyakan kesulitan perkawinan untuk hidup langgeng atau dipertahankan.
1. Kebanyakan pasangan suami istri, setelah suatu jangka waktu tertentu menjadi terbiasa punya teman hidup di dekatnya. mereka mengandaikan segala-galanya beres dan bahwa teman hidupnya akan selalu bersama mereka. Jelas sekali mereka mengandaikan terlalu banyak, sebab empat di antara sepuluh perkawinan berakhir lainnya tanpa ada dalam nama saja.
2. Lingkungan tempat kita hidup mengumpani masalah. Banyak orang sesama kita yang menganggap sebagai hal yang berlebihan memperlihatkan cinta dan kasih sayang kepada teman hidupnya.
3. Moralitas yang berubah, yang mengakui cinta bebas, perkawinan percobaan, kawin kontrak, hubungan di luar pernikahan, pertukaran istri dan melepas teman hidup tanpa alasan selain kebosanan, menimbulkan rasa tidak aman dan ketidakpastian.

Karena cinta merupakan landasan kuat tempat perkawinan maupun yang baik dibangun. Setiap orang mempunyai gagasan tersendiri tentang apa sebenarnya cinta itu. Agama mengajarkan kita, "Cintailah Tuhanmu, dan cintailah sesamamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri karena Tuhanmu."

Hal terpenting yang dapat dilakukan oleh seorang ayah untuk anak-anaknya adalah mencintai ibu mereka dan hal terpenting yang bisa dilakukan oleh seorang ibu untuk anak-anaknya adalah mencintai seorang ayah mereka. Dengan cara ini anak merasa ibu dan ayah akan bersama-sama memberikan rasa aman dan dia tidak akan menghadapi trauma harus memilih antara ibu atau ayah.

Ketika melihat cinta dan seks kerap kali disebut-sebut sekaligus, sehingga banyak orang yang berpikir bahwa keduanya bersinonim. Ini tidak benar. Cinta merupakan perasaan yang sama sekali tidak mementingkan diri sendiri yang kita miliki untuk orang lain. Nafsu sepenuhnya mementingkan diri sendiri. Manusia modern sekarang ini karena alasan komersial dan mementingkan diri sendiri, terus-menerus mengasosiasikan keduanya.

Walaupun ada pengakuan yang universal tentang pentingnya cinta, hanya sedikit sekali informasi mengenai persoalan bagaimana cara meningkatkan perkawinan sebagai hubungan pria dan wanita yang paling ideal. Cinta akan mati karena diabaikan, sama seperi bunga, pohon atau semak. Dan cinta disebutkan oleh tindakan dan pernyataan cinta. Cinta akan pudar atau hampa, kecuali bila setiap hari diberikan dengan penerapan perhatian, keterlibatan dan pernyataan cinta. Banyak pasangan menganggap bahwa mereka masing-masing merupakan perkawinan yang paling kejam.

Pasangan suami dan istri dalam suatu perkawinan, setelah mereka mencapai kebutuhan, mereka merasakan jatuh cinta lagi. Bila mereka secara moral orang yang bertanggung jawab dan ingin menyelamatkan perkawinannya, mereka mengalami proses berpacaran sebagai rasa tanggung jawab. Mereka menunjukan bahwa tanggung jawab menyatakan dan memperlihatkan cinta secara fisik secara harfiah akan membawa atau mengembalikan cinta ke dalam kehidupan mereka. Bila kita cukup sering memberi pupuk cinta kita, secara cukup kuat, dan cukup lama, aspek-aspek positif perkawinan kita akan tumbuh makin kuat, sementara aspek-aspek negatif semakin lemah. Cinta sejati merupakan proses pertumbuhan dan pengembangan yang melibatkan setiap emosi, masalah, suka cita dan kemenangan yang diketahui oleh manusia. Ini kerap kali lebih sulit daripada mudah, lebih menuntut daripada memberikan imbalan, lebih mengukung daripada membebaskan dan kerap kali melibatkan lebih banyak masalah dibandingkan dengan kesenangan.

Esensi dari kehidupan sebenarnya menuju pada pemenuhan cinta yang tulus yang keluar dari lubuk hati paling dalam. Terbingkai dalam niat dan tujuan hidup. Kehendak selalu menjadi bukti dari keistiqomahan manusia dalam memegang niat dan tujuannya. Niat sekaligus tujuan merupakan dan rupa yang menyatu dalam kehendak manusia. Karena sejatinya kehendak merupakan ruang lingkup yang mencakup segala yang terang dalam niat dan tujuan hidup manusia.




Coppyright Eyangresi313 @2010

Rabu, 23 Juni 2010

KEPRIBADIAN MANUSIA HAKIKI


Manusia sebenarnya dianugerahi sifat "qiyamun bi nafsihi", namun hanya bagi mereka yang sudah menjadi insan kamil, manusia sempurna atau manusia hakiki yang mampu hidup dengan kehendaknya sendiri.

Seorang anak begitu dilahirkan langsung menyandang hak. Meskipun sebagai bayi ia belum bisa apa-apa, tetapi hak hidup bayi itu harus dipenuhi oleh kedua orangtuanya. Jika hak itu dipenuhi maka si bayi akan bisa melanjutkan hidupnya. Si bayi berhak mendapatkan perawatan yang memadai dan begitu pula ia berhak memperoleh pendidikan untuk bekal hidupnya di kemudian hari.

Setelah bayi tersebut tumbuh secara dewasa dan bebas dari hak pengasuhan orang tuanya, maka giliran pemerintah yang memberikan perlindungan terhadap hak orang tersebut. Sebagai warga suatu negara, ia berhak memperoleh pekerjaan yang layak, mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dan keamanan dirinya. Barulah yang bersangkutan menunaikan kewajiban sebagai warga negara seperti itu dalam bela negara, turut membangun ketahanan nasional, dan membayar pajak agar roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik.

Manusia hakiki juga harus dapat hidup mandiri. Orang yang hidupnya mandiri tidak tergantung pada orang lain, baik tergantung pada individu lain maupun lembaga. Ia benar-benar mandiri. Dalam masyarakat yang mandiri, bukanlah seseorang tergantung pada orang lain atau lembaga, melainkan yang tercipta dalam hidup ini adalah mekanisme atau interaksi bagian-bagian dngan bagian-bagian lainnya dalam suatu keseluruhan sehingga bergerak ke suatu tujuan.

Bukankah dalam kitab suci Al_Qur'an disebutkan bahwa manusia itu dimuliakan oleh Allah SWT di atas sebagian besar makhluk-Nya ?

Bila hak dan kemandirian sudah dipenuhi, maka setiap orang akan memaujudkan kebutuhan berdasarkan kodratnya, yang merupakan potensi kebutuhan. Tentu saja, yang terkandung di dalam kodrat itu mencakup potensi pasif dan aktif. Potensi pasif merupakan kemampuan untuk menerima sebuah aksi. Juga tergolong dalam potensi pasif adalah kemampuan ciptaan untuk dipengaruhi oleh kegiatan Allah SWT sehingga ia bisa berbuat yang seolah-olah melampaui batas-batas kodratnya.

Potensi aktif merupakan kemampuan atau kecendrungan bawaan dari suatu hal untuk menjadi atau untuk menjalankan sesuatu yang spesifik menurut hakikatnya. Jadi, potensi ini merupakan kemampuan atau daya untuk menghasilkan aksi. Sering kali aksi ini merupakan suatu produk, seperti anak atau rumah. Potensi aktif telah memuat di dalam suatu aksi tertentu.

Seseorang yang tdak bisa mewujudkan potensi yang dia miliki mungkin karena ada hambatan dan halangan dari pihak lain. Berarti orang tersebut belum bisa dikatagorikan sebagai manusia hakiki.

Manusia hakiki harus dapat mengaktualisasikan hak, kemandirian, dan kodratnya dalam kehidupan ini. Hal ini harus menjadi landasan masyarakat modern untuk mewujudkan kesejahteraan hidup bersama dan penuh kedamaian.

Allah SWT telah memberikan potensi kepada manusia . Bahkan setiap jiwa telah diberi jalan ketakwaan dan keburukan. Tinggal manusianya, ia memilih untuk membersihkan dirinya atau malah mengotorinya. Tentu beruntunglah orang yang yang membersihkan dirinya dengan selalu berdzikir kepada Allah SWT.

Bahwa Tuhan tidak akan pernah tinggal diam dan selalu menjawab doa bagi setiap hambanya yang benar-benar yakin dan ikhlas menerima segala ketetapan dariNya. Karena SUKSES lahir bukan krena kebetulan atau keberuntungan semata. Sukses terwujud karena di ikhtiarkan melalui perencanaan yang matang; keyakinan doa; kerja keras; keuletan;
niat baik dan yang lebih utama pantang menyerah.


Hidup tanpa sukma sebenarnya merujuk pada paham kesatuan hamba dan Tuhannya. Bahwa manusia yang merdeka itu bukanlah manusia yang mengeluh, tapi manusia yang sanggup berdiri sendiri sesuai dengan kehendaknya. Manusia merdeka pantang mengeluh sehingga suka dan duka pun tiada terasakan. Semangat hidup merdeka iotulah yang memusnahkan rasa takut dan lelah. Jadi, manusia unggul harus sanggup menjadi manusia merdeka.

Manusia unggul merupakan manusia yang sanggup bangkit dengan dzat pribadinya sendiri. Manusia unggul insan kamil atau manusia sempurna byang bertanggung jawab penuh terhadap apa yang dilakukannya. Tetaplah fokus apa yang menjadi arah tujuan hidup kita dunia dan akhirat dan janganlah mengkhianati doa kita sendiri.














Copyright Eyangresi313 @2010

Minggu, 11 Oktober 2009

BANYAK MANUSIA YANG MENGKHIANATI DOANYA SENDIRI

ManakalaTuhan memberi kita karunia, Tuhan ingin kita menyadari kebaikanNya; manakala Tuhan membuat kita kehilangan,Tuhan ingin menunjukan kepada kita kekuasaanNya yang luar biasa. Tuhan menginginkan kita paham bahwa Tuhan menampakan diriNya kepada kita dalam anugrahNya.